Rabu, 11 Juli 2012

Tugas Resensi Novel


MEMBACA KOMPREHENSIF
TUGAS REPRODUKSI BACAAN
RESENSI NOVEL
“CIUMAN DI BAWAH HUJAN”
Oleh : Fahrur Syaifudin


Nama             : Yuni Anjani
     Kelas              : 2D
                                            NIM               : A. 310110191
           
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

KATA PENGANTAR
Banyak sekali karya sastra yang akhir - akhir ini telah memeberikan warna dan menunjukkan dirinya dengan bermacam – macam karyanya. Salah satunya karya sastra novel yang saat ini dijadikan peralihan untuk menghibur diri ataupun di gunakan sebagai salah satu mata kuliah.
            Dalam proses membaca tentunya kita masing – masing mempunyai cara bagaimana untuk menguasainya, karena tanpa menguasai isi bacaan tentu kita tidak bisa secara optimal untuk memahami bacan yang kita baca. Baik makna implisit maupun makna eksplisit yang di maksud oleh penulis.
            Salah satunya dengan cara “Resensi Buku”, dengan melakukan resensi buku secara otomatis kita harus menguasai terlebih dahulu inti dari isi buku yang kita baca, baik secara tersirat maupun tersurat yang dimaksud oleh penulis. karena kegiatan meresensi buku juga sebagai salah satu cara untuk menkritisi novel yang kita baca, sampai manakah kita menguasai inti dari novel yang kita baca.
            Meresensi buku ini berisikan tentang inti isi buku atau nilai – nilai yang terkuak di dalamnya, meresensi membutuhkan ketelitian dan kekritisan kita dalam menanggapi sebuah buku, namun bukan dalam rangka mencari kekurangan lebih tepatnya untuk memepertajam kejelian kita dalam mengkritisi sebuah buku.
            Novel ini berjudul “Ciuman Di Bawah Gerimis” karya Lang Fang, Lang Fang sendiri adalah pemenang penghargaan cerita bersambung Femina tahun 2005. Novel ini pengembangan cerita dari Novellet 1001 Hari di hong kong oleh Lang Fang. Mengisahkan tentang kehidupan seorang politisi yang terlibat hubungan cinta dengan seorang keturunan cina yang menetap di indonesia karena orang tuanya bekerja di indonesia sebagai seorang pedagang yang mempunyai usaha toko sepatu.
            Novel ini termasuk novel berbingkai, yang mempunyai kisah di dalam kisah. Dengan bahasanya yang renyah, cair, sederhana, dan mudah dipahami. Sehingga novel ini dapat dijangkau sekalipun oleh seluruh kalangan yang notabenya bukan penggemar sastra.

Judul              :
“Ciuman Di Bawah Hujan”
Pengarang    : Lang Fang

Tebal hal       : 359
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka utama
Tahun           : 2010
Tokoh          : Fung Ling, Anto, Ari, Rafi, Udin.
Cover           :



Kisah novel
                Novel ini menceritakan tentang seorang gadis Cina bernama Fung Ling, dia adalah anak keturunan cina asli, dimana orang tuanya tinggal di indonesia dan mempunyai toko sepatu yang bernama “Sumber Rejeki”. Fung Ling adalah seorang wartawan yang tidak lulus kuliah, disinilah dia mengenal seorang politisi yang telah mengingatkannya pada masa lalunya bersama seorang lelaki yang sangat dia rindukan semasa kuliah. Novel ini termasuk jenis novel berbingkai, karena isii di dalamnya menceritakan kisah dua orang yang berbeda, namun tetap tokoh utamanya adalah Fung Ling, selain itu novel ini menggunakan alur campuran. Di awali dengan cerita majunya yang mengisahkan Fung Ling bersama dua orang politisi yang bernama Ari dan Rafi, alur mundur kisah antara Udin, Anto, dan keluarganya. Kisah ini termasuk kisah romantik realistik, di dalam gedung Senayan Jakarta bersama Rafi.
                Anto adalah kekasihnya ketika dia kuliah di sebuah Universitas, berawal dari petemuannya di kelas, mereka saling memperhatikan, dan komunikasipun terjadi begitu saja setelah mereka sering bertemu sepulang kampus, mereka sering bertemu menikmati udara sore melihat matahari terbenam, atau mereka melakukan kegiatan lain dengan makan bakso bersama. Fung Ling berasal dari keluarga yang tidak miskin tapi juga tidak terlalu kaya, karena tokonya itu hanya menjual sepatu eceran. Sementara Anto berasal dari keluarga yang kaya raya karena ayahnya adalah seorang politisi yang mendapat kedudukan penting di tempatnya. Fung ling tidak tahu tentang kehidupan Anto yang sebenarnya, hingga pada suatu ketika Fung Ling di ajak ke rumah Anto, Fung Ling tidak percaya bahwa ternyata Anto berasal dari keluarga seorang pejabat tinggi. Semenjak itu Fung Ling merasa canggung untuk bertemu dengan Anto, Fung ling sengaaja menjauhi Anto dengan alasan ayahnya adalah seorang pejabat dan dia meresa tidak pantas untuk bersanding bersama Anto. Begitu juga Anto dia menjauhi Fung Ling karena rasa kecewa tidak behasil memperkenalkan Fung Ling kepada orang tuanya dengan maksud ingin memperdalam hubungan. 
                Beda dengan kisahnya ketika Fung Ling menjadi seorang wartawan Wirelince. Berawal dengan pertemuannya dengan Ari seorang politisi yang di undang sebagai pembicara dan pengesah acara tersebut. Kemudian Fung Ling yang menjadi wartawannya. Kekesalan Fung Ling terhadap pejabat yang di tunggunya di acara tersebut membuat Fung Ling marah – marah sendiri di dalam hati. Dia mencoba mencari teman yang bisa diajak bicara menganai kekesalannya itu. Atas ketidak tahuan Fung Ling, Fung Ling menceritakan kekesalannya kepada Ari yang sedari tadi duduk disampingnya sebelum Fung Ling datang. Dia menghujat pejabat yang dianggapnya tidak tepat waktu di hadapan Ari. Ketika sedang asyik bercerita tiba – tiba Aida, teman Fung Ling yang sengaja menggundang Fung Ling menghampirinya, tapi Fung Ling kaget setengah mati karena ternyata pejabat yang sedang ditunggunya adalah ari sendiri, yang telah di hujat habis – habisan karena tidak hadir tepat waktu oleh Fung Ling, padahal sudah jelas dia duluanlah yang datang daripada Fung Ling. Sejak itu hubungan mereka tidak berhenti disitu,mereka sering bertemu dan semakin hari semakin akrab. Walaupun Ari adalah orang yang sibuk karena harus rapat setiap hari, Ari selau meluangkan waktunya demi mendengarkan cerita Fung Ling tentang apa yang telah di alaminya. Ari sangat baik kepada Fung Ling, bahkan dia pernah meluangkan waktunya untuk ke Atm saat dia sendiri sedang terburu – buru di bandara, karena fung Ling berhutang kepadanya setelah dia memutuskan keluar sebagai wartawan.
                Rafi sedang duduk di atas kursi panasnya, Rafi adalah seorang politisi juga. Serambii memandang meja yang ada di hadapannya, yang bertuliskan “Ari”. Rafi merasa ganjil dengan dokumen yang tergeletak di atas meja Ari, dia merasa itu bukan proposal pengajuan dana, Rafi sudah paham dengan bentuknya karena dia sudah terbiasa mendapat proposal permintaan dana seperti itu, tapi kali ini bentuknya berbeda. Tiba – tiba Fung Ling datang dan itu adalah awal mereka berdua bertemu. Kisah mereka berlanjut ketika Ari memeperkenalkan mereka berdua dan menyuruh Fung Ling meminta nomor HP pada Rafi, dengan keberanian karena di paksa akhirnya Fung Ling mendapatkan nomor HP Rafi.
                Fung Ling sering datang ke kantor para pejabat itu, guna untuk sekedar menemui Ari karena beberapa hari yang lalu fung Ling meminta Ari untuk membaca calon novelnya. Tapi, karena kesibukan Ari, Ari tidak sempat menyelesaikan calon novel Fung Ling. Atas bujukan Ari akhirnya Rafii bersedia membaca calon novel Fung Ling. Disinilah kisah cinta antara Fung Ling dan Rafi dimulai.  Walaupun Rafi terkenal sebagai seorang yang angkuh akhirnya dia dapat luluh juga dengan Fung Ling.
                Rafi merasa tertarik dengan calon novel Fung Ling yang telah dia kirimkan beberapa waktu lalu, dia merasa tidak pernah tertarik dengan cerita picisan, tapi entah dia seperti tidak mau berhenti membaca novel itu. novel itu menceritakan tentang seorang Ngatinah yang hidup di sebuah desa Purwasari, Wonosobo. Dia adalah anak yatim yang mempunyai Adik 10, karena dia hanya bersama ibunya saja, demi menghidupi kesepuluh adiknya dia bekerja di tempat industri rumah tangga pembuatan roti kering. Itulah kegiatan Ngatinah. Pada suatu hari dia menjumpai buleknya yang baru pulang dari Hong kong sebagai TKW, atas bujukan dari buleknya akhirnya ngatinah pun menjadi TKW ke Hong Kong dengan harapan dapat memperbaiki kehidupannya bersama ibu dan kesepuluh adiknya. Disana dia menjadi pembantu disebuah rumah seorang pemuda yang bernama You Men pekerjaanya sebagai tekhnisi di sebuah perusahaan, di rumah itu dia merawat seorang nenek tua yang lumpuh karena terkena stroke. Awal kehidupannya di situ Tina sangat menderita, karena dia harus mengurusi nenek tua, nenek tua itu bernama Bobo Ng, dia lumpuh dan hanya bisa berkata uh.. uh..., banyak pula permintaan yang dia minta. Setiap pagi dia harus bangun dan memasak air untuk memandikan Bobo Ng, lalu dia pergi kepasar dan masak setelah itu dia menyediakan makanan untuk Bobo, setelah itu dia membersihkan sangakar burung dan memeberi makanan untuk burungnya, Ngatinah mengajak Bobo Ng jalan – jalan. Itula kesehariannya. Tapi akhirnya atas ketulusan Tina, dia mendapat respon baik dari You Men dan Bobo Ng, selain dia pintar dia juga cekatan dalam mengurusi rumah. Karena keleluasaan yang di berikan You Men untuk Tina, dia bisa mengikutii berbagai Organisasi dan bermacam – macam kegiatan. Bahkan dia sering menulis dan banyak juga yang menyukai tulisannya. Bahkan tulisanya ada yang sudah terbit di beberapa majalah dan surat kabar Di Hongkong. Karena kepandaian ngatinah oleh You Men dia di rekomendasikan di sebuah perusahaan tabloid. Dan akhirnya dia lolos, Ngatinah sangat senang sekali, namun dia memutuskan untuk pulang sebelum dia melanjutkan kontraknya di perusahaan tabloid itu. Semenjak itu kehidupan Ngatinah dan keluarganya yang  berada di Wonosobo telah berubah, segala keinginan Ngatinah untuk membahagiakan keluarga teah berhasil. Setelah itu dia kembali melanjutkan kegiatannya di Hongkong.
                Inilah mengapa novel ini termasuk jenis novel berbingkai. Pelaku utama membuat kisah baru lagi di dalam novelnya yang menceritakan kisah baru tentang kehidupan seorang Ngatinah yang berhasil di Hong Kong sebagai seorang TKW, tapi karena kepandain dan kebijakan majikannya, dia dapat mengembangkan kepandainnya itu dengan mengikuti berbagai Organisasi yang menjadi awal keberhasilannya. Dengan di dukung oleh tulisan – tulisannya yang di muat di surat kabar Honkong sampai ada sebuah perusahaan yang tertarik kepada Ngatinah.
                Sementara pelaku utama Fung Ling yang akhirnya menemukan kekasinya Rafi setelah berbagai kejadian yang menimpanya.

KELEBIHAN
                Novel ini di tulis dengan bahasanya yang enak di baca, sangat cair dan ringan, sehingga mudah sekali di pahami dan di mengerti. Makna atau maksud yang di maksud oleh penulis pun dapat tersampaikan dengan baik.
                Dalam pengembangan setiap katapun dapat berkembang dengan enak di baca. Contoh “kolam itu biasa saja. Malah sama sekali kelihatan tidak berselera. Itu hanyalah kolam yang di buat dari keramik – keramik kecil. Tanpa air mancur. Tetapi ada sebuah pipa kecil di tengahnya yang memancarkan air. Tadi Fung ling sempat melirik kolam itu sebentar. Tampak airnya dangkal dan keruh. Ada beberapa helai daun yang terapung – apung di sana. Di alam kolam itu terdapat banyak ikan ko”i. Petikan tadi menggambarkan penulis yang sangat jeli dan pengembangan tiap paragraf yang menjadikan tiap paragraf  menjadi ringan dan tidak terlalu berat untuk dibaca.

KEKURANGAN
                Kekurangan dari novel ini, adalah pada penulisannya yang kuran tepat pada EYDnya. Contoh pada kata :
Rumahnya ibunya = seharusnya rumah ibunya, kata nya hanya cukup digunakan satu kali saja untuk menunjukkan kepunyaan.